G-Network Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Green World gelar pertemuan tahunan ‘In Unity We Are Stronger’

Green World gelar pertemuan tahunan ‘In Unity We Are Stronger’ - Pilih Indonesia sebagai tempat perhelatan - Prof. Deming Li, PhD President Green World Group (pake baju hijau) bersama para presiden Green World wilayah Afrika, Eurasia Amerika Utara. China dan Asia Tenggara.Prof. Deming Li, PhD President Green World Group (pake baju hijau) bersama para presiden Green World wilayah Afrika, Eurasia Amerika Utara. China dan Asia Tenggara.(Foto: Rudi Purwoko-LICOM)

LENSAINDONESIA.COM: Green World, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan suplemen kesehatan dengan sistem penjualan multilevel marketing (MLM), mengadakan pertemuan tahunan dengan tema ‘In Unity We Are Stronger’ tanggal 18-19 Mei 2013, di Jakarta.

Hadir pada perhelatan akbar itu, Prof Deming Li, PhD selaku President Green World Group; David L. Zhang, President of Green World African Region; Chen Yanguo, President of Green World Eurasian Region; Mike Di, President of Green World North American Region; dan para top leaders dari Amerika Utara, Afrika, China, Asia Tenggara, dan Eurasia.

Prof. Deming Li menjelaskan, perusahaan yang dipimpin berdiri sejak tahun 1997 dan telah memiliki pusat riset & pengembangan produk -produk kesehatan. Kantor pusat dan lembaga riset Green World terletak di Michigan, Amerika Serikat, sementara lokasi produksi & pusat logistik terletak di kota Tianjin, China.

“Terpilihnya Indonesia sebagai tempat pelaksanaan perhelatan akbar Green World ini, tak lepas dari pesatnya perkembangan bisnis ini di dalam negeri. Indonesia sebagai salah satu negara dengan penjualan produk yang cukup signifikan yang memberikan kontribusi secara global, menjadi tujuan pengembangan bisnis Green World ke depannya,” ujar Deming Li kepada LICOM, di Hall D2, JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (19/05/2013).

Menurut Profesor Li, Green World mengalami perkembangan bisnis yang cukup pesat dengan kenaikan omzet mencapai 150 persen pada tahun 2012. “Awal Januari hingga April 2013, omzet penjualan produk-produk Green World naik dua kali lipat dari akhir 2012,” ungkap Prof. Li.


“Dengan jumlah member saat ini yang mencapai 250.000 orang dan lebih dari 300 stockiest yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua, Green World Indonesia memiliki target masuk dalam lima besar bisnis MLM di Indonesia dalam 5 tahun mendatang,” kata Prof. Li disambut senyum Tony selaku Wakil Manager Green World Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, sambung Tony, pihaknya menetapkan tiga strategi profesionalitas. Strategi tersebut terkait dengan profesionalitas produk, profesionalitas pendidikan dan pelatihan, serta profesionalitas manajemen.

“Sebagai keluarga besar, kami bahu-membahu meningkatkan komitmen dan kerjasama dalam pengembangan bisnis ini. Komitmen bisnis ini dilakukan untuk meningkatkan kesehatan konsumen dunia, sekaligus turut mengubah nasib pengusaha bisnis, melalui penggunaan produk-produk Green World,” jelas Tony.

Profesor Li bukan hanya pebisnis ulung. Namun dia adalah seorang ilmuwan yang memiliki komitmen tinggi terhadap pentingnya penelitian dari sebuah produk sebelum dijual ke pasar.
Hal itulah yang mendasari prinsip produksi dalam Green World, bahwa kualitas produk kesehatan Green World dihasilkan dari proses penelitian. Pengembangan dan inovasi produk di dalamnya, juga tak luput dari proses penelitian yang sempurna.

Hal-hal itulah yang membuat produk Green World dipercaya oleh konsumen dunia, bahkan, beberapa produknya menjadi ‘yang paling laris’. Contohnya pada produk seri blueberry, yang menjadi produk terlaris di Indonesia.@rudi

sumber : http://www.lensaindonesia.com/2013/05/19/green-world-gelar-pertemuan-tahunan-in-unity-we-are-stronger.html



SEJARAH NETWORK MARKETING




Rekam jejak tentang: Bagaimana MLM (Network Marketing) mulai dan berkembang memenuhi kebutuhan pelanggan dan wirausahawan.

Setiap perusahaan yang membuat suatu produk pasti berusaha agar produk itu dapat dikenal masyarakat seluas-luasnya. Penyebarluasan (promosi, demonstrasi, peragaan) itu melibatkan orang-orang yang bekerja sebagai tenaga pemasaran. Orang-orang pemasaran itu kemudian membentuk suatu organisasi pemasaran yang pada akhirnya menjadi tulang punggung bisnis penjualan produk perusahaan itu.

Jumlah tenaga penjual (pedagang individual) tersebut di Amerika Serikat mulai tumbuh dengan cepat sejak akhir 1800an, sebagai berikut:
1861: 1,000 orang
1869: 50,000 orang
1885: 100,000 orang
1903: 300,000 orang

Tahun 1860 – Para penjual dengan perjalanan (traveling salesmen) dikenal dengan berbagai sebutan atau kelompok sesuai dengan jenis kendaraan dan perjalanan yang dilakukannya, sebagai: canvassers, peddlers (penjaja keliling), hawkers dan drummers. Beberapa penjaja pionir itu lalu melatih  penjual-penjual yang direkrutnya dan kemudian membangun Organisasi Penjualan (sales organization). Beberapa nama pendiri organisasi penjualan itu hingga sekarang organisasinya masih banyak yang beroperasi, seperti: Henry Heinz, penjaja pionir, membangun sebuah organisasi penjualan beranggotakan 400 salesmen untuk menjual berbagai macam produk sayuran seperti kecap (saus) dan acar kepada orang-orang yang tidak membuatnya untuk kebutuhan sendiri. Asa Candler, penjaja pionir lain, membangun ‘armada penjualan’ untuk memasarkan syrup berkarbonasi Coca-Cola ke restoran-restoran setelah dia membeli resepnya dari seorang ahli farmasi John Pemberton seharga $ 2300 pada 1886. Beberapa organisasi penjualan pionir tersebut kemudian juga memberi hak kepada para tenaga penjualnya untuk membangun kelompok bisnis sendiri, seperti:

1868 – J.R. Watkins mendirikan J.T. Watkins Medical Company, satu dari sekian perusahaan pemasaran pionir di Amerika yang berasosiasi dengan sistem penjualan langsung kepada konsumen.

1890 – David McConnel memulai The California Perfume Company yang kemudian beroperasi keluar NewYork. Pada tahun 1906 dia memiliki 10,000 sales representatives yang memasarkan lebih dari 117 macam produk. Pada tahun 1937, the California Perfume Company beralih nama menjadi Avon Products.

1905 – Alfred C. Fuller seorang penjaja pionir lain yang berpengaruh besar kepada organisasi-organisasi penjualan berikutnya. Fuller memulai dengan Fuller Brush Company dan merekrut 270 dealer di seluruh Amerika Serikat yang mengikuti bisnisnya hanya berdasarkan KOMISI saja. Hingga tahun 1919 Fuller Brush Company mencapai omset penjualan 1 juta dollar dan pada 1960 mencapai 109 juta dollar.

1931 – Frank Stanley Beveridge seorang mantan wakil presiden penjualan dari Fuller Brush Company, bersama dengan Catherine L. O’Brien mendirikan Stanley Home Products. Terpengaruh depresi besar-besaran kala itu, Stanley dan Catherine menawarkan peluang kepada masyarakat luas untuk memulai ‘bisnis milik sendiri’ dengan investasi minimal, menjual produk-produk kebutuhan sehari-hari.
Visi Stanley Home Products diambil dari the Fuller Brush Company. Stanley Home Products menjual alat pembersih (lap), sikat dan sapu. Beberapa dealer mulai lebih banyak melakukan demonstrasi kepada club-club dan organisasi-organisasi daripada berjualan keliling secara individual, yang sangat meningkatkan volume penjualan. Dealer-dealer lain dengan cepat memanfaatkan cara penjualan ini untuk memaksimalkan presentasi penjualannya. Dealer-dealer inilah yang membawa konsep club dan organisasi ini ke rumah dengan mengundang teman-teman dan sanak keluarga dan terus berkembang yang akhirnya melahirkan suatu acara yang dikenal dengan “party plan”.

”Gaya pemasaran” Stanley Home Product itu kemudian menjadi dasar pelatihan dari banyak pemimpin perusahaan yang terkenal. Mary Kay Ash pendiri Mary Kay Cosmetics, Brownie Wise pendiri Tupperware, Jan and Frank Day pendiri Jafra Cosmetics, dan Mary Crowley pendiri Home Interiors adalah pembangun-pembangun bisnis alumni pelatihan dan sebelumnya adalah para dealer Stanley Home Products – yang lagi-lagi pionirnya adalah Fuller Brush Company. 1934 – Carl Rehnborg memulai the Californian Vitamin Corporation menjual produk yang kita kenal sekarang sebagai vitamin suplemen. Pada 1939 perusahaan ini berubah nama menjadi Nutrilite Products Compant, Inc. 1945 – Nutrilite melakukan kontrak dengan Mytinger & Casselberry menjadi distributor Amerika yang sangat eksklusif dari produk-produk Nutrilite. Mytinger & Casselberry menciptakan dokumen pertama dari MLM compensation plan (Marketing Plan MLM pertama), dengan rumusan ringkas sebagai berikut: Seorang distributor produk Nutrilite membeli produk-produk dengan diskon 35%, sebagai contoh: Seorang distributor membeli sekotak vitamin seharga $13 dan menjualnya seharga $20, sehingga dia memperoleh keuntungan penjualan $7. Untuk merangsang agar distributor menjual lebih banyak, Nutrilite membayar bonus ekstra bulanan sebesar 25% dari total penjualan. Sehingga jika ada 20 distributor dengan omzet masing-masing $13 dalam sebulan, maka ekstra bonus yang dibayar oleh Nutrilite kepada ke-20 distributor akan sebesar: 25% x $260 = $65,000. Ketika seoran distributor berhasil memperoleh 25 pelanggan, maka dia diijinkan menjadi distributor LANGSUNG – yang artinya dia dapat mencari (merekrut) distributor baru untuk memasarkan produk Nutrilite dan distributor baru ini “berbelanja” produknya dari distributor langsung itu. Ringkasnya ketika seorang distributor berhasil memperoleh pelanggan 25 orang, maka dia berhak utuk merekrut distributor baru lalu melatihnya untuk mencari pelanggan.

Sebagai insentif melatih distributor baru yang direkrutnya, maka ketika distributor langsung dan distributor-distributor yang dilatihnya berhasil memperoleh 150 pelanggan, maka distributor langsung akan memperoleh tambahan komisi 2% dari seluruh volume penjualan jaringannya. Pola ini bukan piramida – karena kuota penjualannya berdasar pada sistem manajemen pemasaran. Distibutor yang menjual lebih banyak kotak vitamin, dia akan memperoleh reward lebih banyak dibandingkan yang menjual sedikit. Kompensasi MLM sebenarnya sangat sederhana seperti itu, dan hanya merupakan perluasan sedikit dari prinsip kompensasi dari Fuller Brush Company.
Dengan MLM (Network Marketing) perusahaan dapat memotivasi orang-orang pemasarannya tidak hanya menjual produk semata tetapi juga melatih orang lain juga menjual produk lebih banyak.

1945 – Earl Tupper,menciptakan wadah-wadah plastic yang fleksibel, ringan dan “rapat” oleh ‘penutup’ yang ketat. Mula-mula dia menjual produknya itu lewat outlet retail konvensional, tetapi juga menyadari bahwa produk yang dia buat itu perlu demonstrasi (penggunaannya). Earl Tupper selanjutnya membentuk ‘team’ dengan Brownie Wise (sebelumnya bekerja untuk Stanley Home Products) dan meluncurkan program Tupperware Party Plan, yang sekarang telah menjadi perusahaan beromzet milyaran dollar dan beroperasi di 40 negara lebih.

1949 – Rich DeVos dan Jay Van Andel ( dua sahabat erat sejak SMA dalam bisnis dan kegiatan kepemudaan) pulang dari wajib militer dan menjadi distributor dari Vitamin Suplemen Nutrilite pada 1950. Setelah mengalami dilemma singkat dengan perusahaan pada 1959, kedua sahabat itu mendirikan Amway Corporation. Pada 1972 Amway Corporation mengakuisisi Nutrilite.

1956 – Dr . Forrest Shaklee mengembangkan metode ekstraksi mineral dari sayutan dan menggunakan MLM untuk mendistribusikan produknya.

1963 – Mary Kay Ash menciptakan Mary Kay Cosmetics. Pada 1996 volume penjualan perusahaan ini mencapai 2 milyar dollar. 

1975 – Federal Trade Commission (FTC) mengadukan kepengadilan bahwa Amway corporation adalah suatu Skim Piramida. 

1979 – Pengadilan Perdata tentang kasus diatas memutuskan bahwa MLM dari Amway Corporation diputuskan sebagai kesempatan bisnis legal dan bukan merupakan SKIM PIRAMIDA.

Sistem Bisnis Multi Level Marketing

bisnis multi level marketingMengulas tentang sisi lain seputar sistem bisnis multi level marketing seperti tidak akan ada habisnya, di luar dari masalah pro dan kontra kenyataannya bisnis multi level marketing terbukti telah memberi peluang besar bagi para member untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik.  

Bisnis multi level marketing memang mirip sekali dengan bisnis affiliate, dimana ketika terjadi penjualan atas rekomendasi seseorang maka orang tersebut mendapatkan komisi. Contoh yang paling dekat tentang bisnis ini adalah teman-teman yang berbisnis affiliate amazon, teman-teman menjadi member kemudian membantu penjualan dan ketika ada penjualan maka teman-teman akan mendapatkan komisi (besarnya tergantung barang yang di jual). Namun meski mirip bisnis ini tetap saja berbeda, kalau di bisnis multi level marketing komisi berlaku berjenjang, artinya anda dapat merekrut member lagi dan ketika member tersebut melakukan penjualan maka anda mendapatkan komisi (berbeda dikit ya?)


Perumpamaannya kira-kira seperti ini :
  1. Contoh pada bisnis affiliate marketing : Misalkan si (A) menjual ke (B) kemudian menjual ke (C) maka si (A) tidak dapat apa-apa.
  2. Contoh pada bisnis multi level marketing : Misalkan si (A) menjual ke (B) kemudian menjual lagi ke (C) maka si (A) mendapatkan komisi.

Detailnya bisnis multi level marketing

Untuk di artikel ini saya tidak membahas affiliate marketingnya dulu ya, kita coba angkat tentang bisnis multi level marketingnya. Salah satu sisi positif bisnis multi level marketing adalah bahwa anda akan dilatih bagaimana caranya mengatasi ketakutan ditolak pada saat melakukan penawaran. Setiap hari anda “dipaksa” untuk berani menunjukan dan menawarkan bisnis multi level marketing tersebut, padahal anda beresiko untuk ditolak (baik secara online maupun offline)

Didikan bisnis multi level marketing

Selain itu dalam bisnis multi level marketing, member akan langsung berhadapan dengan hukum pareto bisnis. Bayangkan saja, dari 100 orang penawaran kemungkinan goal hanya 10% dan disinilah anda di didik menjadi pribadi yang kuat, ingat seorang enterpreneur tidak boleh cengeng. Saya yakin anda sepakat soal ini.

Nah meski demikian anda tetap harus memperhitungkan kira kira bisnis multi level marketing seperti apakah yang ingin anda tekuni, cobalah yang sekiranya pas dengan kantong. Lalu pertimbangkan juga hal lain seperti target pasar produk yang ingin anda jalani itu apakah beberapa tahun kedepan masih akan berkembang, atau justru akan menghilang.

Perhatikan juga legalitas perusahaan tempat anda bergabung,meski bukan perusahaan besar namun jika terdaftar dan memiliki badan hukum maka jika terjadi sesuatu anda dapat dengan mudah meminta pertanggung jawaban.
Selamat mencoba ya.. Mohon koreksi jika ada yang kurang tepat

Alasan kuat membangun bisnis usaha jaringan MLM

Siapa yang belum mengenal Multi Level Marketing ( MLM ) ? Anda dan banyak orang disekitar anda pasti sudah sering mendengar tentang hikayat bisnis ini, dan rata-rata bernada tidak menyenangkan… betul?

Hikayat perjalanan bisnis MLM dan orang-orang yang pernah menekuni nya memang tidak selamanya manis & menyenangkan, bahkan dalam banyak kasus lebih pekat dengan cerita dan pengalaman pahit aka mengecewakan.

Lantas, mengapa saat ini bisnis jaringan MLM masih saja berkembang? bahkan hampir setiap saat banyak berdatangan tawaran & ajakan kepada kita dari mereka yang kita kenal bahkan belum kita kenal via sms, pesan BBM, atau pun social media yang dengan percaya dirinya menawarkan bisnis tersebut.  Aneh bukan?

Bagi mereka yang menekuni bisnis networking aka MLM ini, tentu saja kepercayaan diri adalah modal dasar & terutama untuk bisa mengembangkan bisnisnya, namun terlepas dari hal tersebut, bisnis MLM memang memberikan alasan yang sangat berharga bagi mereka untuk tetap berjuang & berjuang, yang secara otomatis untuk itu mereka harus tampil mantap & percaya diri.

Lalu apakah alasan tesebut? berikut ini kami paparkan salah satunya, yaitu KESUKSESAN YANG BISA DIWARISKAN.

Baik para pebisnis MLM atau pun para karyawan kantor swasta, pegawai negeri sipil dan lainnya, pasti mereka semua ingin bisa mencapai puncak kesuksesan karir & bisnisnya. Karena arti sebuah kesuksesan tersebut akan memberikan mereka kebahagian & kesejahteraan hidup, untuk diri mereka sendiri, atau pun keluarga yang menyandarkan hidup & masa depan padanya.

Mereka semua tiada segan membanting tulang, bekerja dan bekerja, baik siang atau pun malam untuk bisa meraih kesuksesan tersebut. Hingga akhirnya sampailah mereka  pada apa yang mereka kejar selama ini. Para karyawan / pegawai dengan posisi kedudukan yang tinggi seperti eksekutif manajer, direktur utama sebagai misal serta para pebisnis MLM dengan peringkat puncak telah diraihnya.

Mereka semua telah sukses pada puncak cita-cita karir yang diimpikan selama ini, namun ada hal yang sangat penting yang membedakan nasib masa depan kedua tipe cara memperoleh kesuksesan finansial ini yang terungkap lewat pertanyaan, manakah kesuksesan yang bisa diwariskan?

Para direktur utama sebagai misal, bisakah mereka mewariskan posisinya ini untuk keluarga, istri atau anak-anak nya? mampukah para direktur tersebut dengan besarnya jumlah penghasilan salary yang diperoleh, menjamin bahwa setelah mereka pensiun, gaji tersebut akan terus diberikan kepada nya atau keluarga mereka? atau mampukah para direktur utama yang telah meraih kekayaan lewat posisi nya saat ini, menjamin bahwa setelah ia meninggal, anak istri nya akan tetap kaya & makmur karena bersuamikan / ber ayahkan seorang direktur utama? … jawaban atas semua pertanyaan ini adalah TIDAK.

Lalu mari kita coba pertanyakan hal serupa pada pebisnis MLM yang sukses dengan telah sampai pada posisi puncak nya :

Bisakah mereka mewariskan kerajaan bisnis jaringan yang telah dibangunnya kepada keluarga, istri atau anaknya? jawabannya SANGAT BISA

Mampukan para pebisnis MLM menjamin bahwa setelah mempensiunkan diri ( tidak lagi bekerja membangun jaringan ), penghasilan yang mereka peroleh akan terus diberikan? Jawabannya SANGAT BISA dan bahkan dengan karakter alami bisnis jaringan, penghasilan mereka akan semakin berlipat & berkali lipat!

Mampukah para pebisnis MLM yang sukses ini menjamin, bahwa setelah mereka meninggal, anak-istri mereka akan terus berkecukupan & berkelebihan? Jawabannya … tanpa maksud mendahului YMK , namun dengan dasar alur yang natural jawabannya adalah BISA

Mengapa semua jawabannya adalah BISA ? Karena kesuksesan yang dibangun, kerajaan bisnis yang telah diusahakan untuk terbangun sekian lamanya bisa mereka wariskan kepada keluarga, istri atau pun anak, kerajaan bisnis jaringan adalah kerajaan yang akan semakin membesar dan berkembang, karena begitulah ia karakter dari bisnis jaringan … sebut saja 5000 mitra yang telah anda miliki saat ini, insyaALLAH pasti akan berkembang, karena tiada mungkin 5000 mitra tersebut adalah pasif, pasti ada sekian persen dari mereka yang aktif dan terus bergerak.


ANTARA OFFLINE & ONLINE


Hallo Sobat Netter & Para Peminat Bisnis Network Marketing, Apa Khabar ? Disini Saya akan menjabarkan tentang suatu perbedaan antara menjalankan Bisnis Network Marketing secara Offline dan secara Online.

 Sebelum Saya menjabarkan tentang Perbedaan tersebut, Saya mau mengajak Anda untuk sama-sama melihat Realitas Kejadian-kejadian yang kerap kali terjadi pada seseorang yang menjalankan Bisnis Network Marketing dan Alasan-alasan yang kerap kali di ucapkan bila ada seseorang Pembisnis Network Marketing memperkenalkan / mempresentasikan Bisnis nya.

Realitas yang terjadi Dalam menjalankan Bisnis Network Marketing :

 1. Banyak yang tidak bisa Presentasi
 2. Banyak yang Sulit mendapatkan Downline
 3. Banyak yang Keuangannya Terbatas
 4. Banyak yang Jenjang Karirnya tidak naik-naik
 5. Banyak yang Waktunya tidak ada

Kelima Kendala diatas sesungguhnya bukanlah Kendala bila seseorang mempuyai suatu alat bantu yang sudah terbukti efektif, yaitu sebuah Website Bisnis. Dengan keberadaan Website Bisnis, Maka ini yang akan terjadi :


1. Seseorang yang tidak bisa Presentasi tinggal memperkenalkan alamat website bisnisnyasaja, berikutnya prospek tinggal melihat dan membaca informasi yang terdapat pada website Anda tersebut.

2. Seseorang yang sulit mendapatkan Downline akan menjadi Gampang di karenakan Website bisa menjangkau banyak orang di seluruh dunia, sehingga dari sekian banyak orang tersebut pastilah ada yang tertarik dengan Bisnis Anda.

3. Dengan Website, Anda bisa menghemat Ongkos Transportasi, menghemat Biaya Promosi    Karena semuanya bisa di jalankan tanpa harus meninggalkan rumah. Kalaupun menggunakan WarNet hanya di butuhkan minimal 15 menit perhari dengan biaya kurang dari 3500 rupiah.

4. Dengan Website, Anda akan menemukan orang-orang yang memang mau menjalankan    bisnis ini dengan serius atau menemukan orang yang memang membutuhkan produknya     sehingga, cepat atau lambat, Jenjang Karir Anda akan naik.

5. Waktu bukan lagi Kendala, karena website bekerja 24 Jam Nonstop tanpa harus ada    kehadiran Anda.

Dibawah Ini adalah beberapa hal lainnya tentang bagaimana menjalankan Bisnis Network Marketing. 

1. Membuat Daftar Nama

Pertanyaannya, seberapa banyak Daftar Nama yang bisa Anda susun ?   100 ? 1000 ? atau 10000 lebih ? dan ...  Berapa waktu yang Anda perlukan untuk melakukan hal tersebut ? Pastinya Daftar Nama  yang bisa Anda buat Terbatas pada orang-orang yang bisa Anda temui.

Namun apa yang terjadi di Online ?

Prospek Daftar nama Anda bisa sangat panjang sekali hanya dalam hitungan Jam, Anda bisa bertemu dengan orang-orang baru dengan Minat tertentu, kebudayaan dan adat istiadat tertentu. Di Online Anda bisa bergabung di banyak komunitas / forum-forum online yang tentunya akan menambah daftar prospek untuk Anda tindak lanjuti. Anda bisa mendapatkan Daftar Nama / Prospek Tidak Terbatas untuk Anda tawarkan bisnis Anda ini atau sekedar mencari konsumen.

 2. Mengundang

Secara offline, sebelum seseorang Anda presentasikan Bisnis yang Anda jalani, tentunya Anda perlu untuk mengundang prospek bisnis atau konsumen Anda tersebut untuk menghadiri presentasi yang akan Anda atau Upline Anda adakan di rumah. Kenyataannya kalau Anda mengundang 10 orang dan yang hadir satu orang, itu wajar, kenapa wajar ?  karena semua orang sudah sering mengalami itu, bahkan sangat sering sekali. Secara offline, Anda harus terbiasa dengan penolakan-penolakan saat Anda mengundang.

Namun apa yang terjadi di Online ?

Mengundang itu sangat mudah sekali, banyak cara mengundang seseorang untuk melihat     Bisnis / presentasi yang Anda jalankan. Banyak komunitas-komunitas di online yang bisa kita manfaatkan untuk menginformasikan tentang bisnis kita ini. Kita bisa memberikan informasi tentang bisnis Anda melalui seacrh enggine, milis, perkumpulan-perkumpulan online dan melalui media-media promosi yang banyak tersedia di Online dan gratis.  Bahkan banyak orang yang secara khusus mencari bisnis yang kita tawarkan ini melalui media internet, kita  hanya perlu mempromosikan website presentasi yang kita miliki ke banyak media promosi yang tersedia di Online. Salah satunya dengan mempromosikan alamat web Anda di Yahoo maupun Google.

3. Presentasi
Secara offline, banyak persiapan yang perlu di persiapkan, khususnya Mental Anda, mungkin Anda merasakan bahwa diri Anda belum Bisa memberikan presentasi  dikarenakan Anda baru menjalankan bisnis ini atau kalaupun Anda sudah Mahir dalam memberikan presentasi seberapa lama dan berapa jam dalam sehari Anda bisa memberikan presentasi ?

Namun apa yang terjadi di Online ?

Tak peduli Anda baru dalam menjalankan Bisnis ini, Tidak bisa memberikan presentasi karena alasan apapun, bahkan tidak punya waktu untuk presentasi. Maka di Online Presentasi Anda sudah diwakili oleh website replikasi dari inovasibisnis.com bahkan bila mereka tertarik untuk mendaftar, semua sudah diwakilkan oleh keberadaan website Anda tersebut, tugas Anda hanya melakukan promosi atas website ini dan melakukan followup.  Website ini bekerja 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu ... dst ... walaupun Anda sedang tertidur, website bisnis Anda akan terus bekerja untuk Anda.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GreenWorld - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger